Minggu, 26 Februari 2012

PEMIMPIN ADALAH PELAYAN



“Imam al-Qawm Khadimuhum” (Pemimpin rakyat adalah pelayan mereka), begitu kata pepatah Arab yang diajarkan Kiyai kepada para santrinya.  Farid Essac dalam bukunya “On Being A Muslim”, mengutip cerita sangat menarik dari Imam Al Ghazali. “Dua orang sahabat ; Abu Ali dan Abdullah pergi ke luar kota. Sesuai petunjuk Nabi Abdullah mengusulkan agar ada orang yang memimpin perjalanan. Abu Ali merasa Abdullah pantas memimpin, karena dia memiliki kualifikasi sebagai pemimpin, antara lain: berilmu, berakhlaq baik, tegas, dan pelindung. Abdullah tidak menolak atas saran temannya itu.
Sebelum berangkat kedua orang itu mempersiapkan bekal yang dukup untuk perjalanan mereka. Adullah mulai tampil memerankan diri sebagai pemimpin. Dia mengangkat satu karung padat berisi bekal perjalanan itu. Ketika Abu Ali menawarkan diri untuk membawanya, Abdullah menolak sambil mengatakan : “Akulah yang membawanya. Bukankah aku sudah siap memimpin?. Kamu harus mematuhi aku”. Abu Ali mengangguk dan tak bisa berkata apa-apa. Mereka berjalan kaki melintasi gurun pasir dan lembah sampai malam tiba. Mereka singgah untuk bermalam di balik batu gunung. Abdullah meminta Abu Ali tidur lebih dulu. Manakala kemudian Abdullah bersiap merebahkan tubuhnya, tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Abdullah segera bertindak, berdiri di atas kepala Abu Ali dan melindunginya dengan mantelnya. Abu Ali terbangun dan berkata kepada dirinya sendiri : “kamu memang pemimpin”.
Abdullah terus berdiri sepanjang malam dalam keadaan basah kuyup sampai hujan mereda. Pikirannya selalu berkata bahwa seorang pemimpin adalah pelayan dan pelindung. Kalimat ”Imam al Qawmi Khadimuhum” yang pernah disampaikan gurunya selalu berdengung di kepalanya.
Kita sudah lama tidak menemukan seorang pemimpin seperti Abdullah. Yang paling populer adalah sebaliknya ; rakyat menjadi pelayan dan melindungi pemimpinnya. Semoga Allah mengampuni dan merahmati Abdullah. Semoga pula akan banyak orang seperti Abdullah

0 komentar:

Poskan Komentar