Senin, 13 Februari 2012

LISAN AL QURAN

Semoga Catatan ini bisa menjadi bahan Renungan Buat Kita Tentang
Pentingnya menjaga Lidah Kita karena kelak semua yang keluar dari mulut kita akan 
dimintai pertangungjawaban 
Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta’ala : 
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam 
Rasulullah sallAllahu ‘alaIhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya 
melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah  seorang ibu yang sudah 
tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya 
beberapa saat. 
Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin 
Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun  jawabannya tidak 
tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas  dari konteks pertanyaan 
yang diajukan kepadanya. 
Abdullah : Assalamu’alaikum warahmaTULLOHI wabarakaatuh. 
Wanita tua : Salaamun qoulan min robbi rohiim. (QS. Yaasin : 58) (artinya : Salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih) 
Abdullah : Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini? 
Wanita tua : Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu. (QS : Al-A’raf : 186 ) (Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya) 
Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan. 
Abdullah : Kemana anda hendak pergi? 
Wanita tua : Subhanalladzi asra bi abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa. (QS. Al-Isra : 1) (Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa) 
Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa. 
Abdullah : Sudah berapa lama anda berada di sini? 
Wanita tua : Tsalatsa layaalin sawiyya (QS. Maryam : 10) (Selama tiga malam dalam keadaan sehat) 
Abdullah : Apa yang anda makan selama dalam perjalanan? 
Wanita tua : Huwa yut imuni wa yasqiin. (QS. As-syuara : 79) (Dialah pemberi aku makan dan minum) 
Abdullah : Dengan apa anda melakukan wudhu? 
Wanita tua : Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu shO ‘idan thoyyiban (QS. Al-Maidah :6) 
(Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih) 29 
 
Abdulah : Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya? 
Wanita tua : Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil. (QS. Al-Baqarah : 187) (Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam) 
Abdullah : Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa? 
Wanita tua : Wa man tathawwa’a khairon fa innallaaha syaakirun ‘aliim. (QS. Al-‘
Baqarah:158) (Barang siapa melakukan sunnah lebih baik) 
Abdullah : Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir? 
Wanita tua : Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum talamuun. (QS. Al-Baqarah : 
184) (Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui) 
Abdullah : Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya? 
Wanita tua : Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun atiid. (QS. Qaf : 18) (Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid) 
Abdullah : Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu? 
Wanita tua : Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sama wal bashoro wal fuaada, kullu 
ulaaika kaana anhu masula. (QS. Al-Isra : 36) (Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu 
ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan) 
Abdullah : Saya telah berbuat salah, maafkan saya. 
Wanita tua : Laa tastriiba alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum. (QS.Yusuf : 92) (Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu) 
Abdullah : Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan 
perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan.
Wanita tua : Wa maa taf’alu min khoirin ya’lamhullah.(QS Al-Baqoroh : 197) (Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya) 
Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata : 
Wanita tua : Qul lil mu’miniina yaghdudhu min abshoorihim. (QS. An-Nur : 30) 
(Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka) 
Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai 
untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. 
Wanita itu berucap lagi. 
Wanita tua : Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat aidiikum. (QS. Asy-
Syura 30) (Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri) 
Abdullah : Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu. 
Wanita tua : Fa fahhamnaaha sulaiman. (QS. Anbiya 79) (Maka kami telah memberi 
pemahaman pada nabi Sulaiman) 
Selesai mengikat unta itu saya pun mempersilahkan wanita tua itu naik. 
Abdullah : Silahkan naik sekarang. 
Wanita tua : Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ila 
robbinaa munqolibuun. (QS. Az-Zukhruf : 13-14) (Maha suci Tuhan yang telah 30 
 
menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya 
kami akan kembali pada tuhan kami) 
Saya pun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita 
tua itu berkata lagi. 
Wanita tua : Waqshid fi masyika waghdud min shoutik (QS. Lukman : 19) (Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu) 
Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair, Wanita tua itu 
berucap. 
Wanita tua : Faqraa-u maa tayassara minal quraan (QS. Al- Muzammil : 20) (Bacalah 
apa-apa yang mudah dari Al-Quran) 
Abdullah : Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak. 
Wanita tua : Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab. (QS Al-Baqoroh : 269) (Dan 
tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu) 
Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya. 
Abdullah : Apakah anda mempunyai suami?
Wanita tua : Laa tas-alu an asy ya-a in tubda lakum tasu’kum (QS. Al-Maidah : 101) 
(Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu) 
Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya. 
Abdullah : Adakah orang anda berada dalam kafilah itu? 
Wanita tua : Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya. (QS. Al-Kahfi : 46) (Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia) 
Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak. 
Abdullah : Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini? 
Wanita tua : Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun (QS. An-Nahl : 16) (Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk) 
Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji 
mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan. 
Abdullah : Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini? 
Wanita tua : Wattakhodzallahu ibrohima khalilan(QS. An-Nisa : 125) (Kami jadikan 
ibrahim itu sebagai yang dikasihi) Wakallamahu musa takliima (QS. An-Nisa : 146) 
(Dan Allah berkata-kata kepada Musa) Ya yahya khudil kitaaba biquwwah (QS. Maryam 
: 12) (Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh) 
Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah 
anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang 
baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita 
itu. 31 
 
Wanita tua : Fab’atsu ahadakuM bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa 
thoaaman fal yatikum bi rizkin minhu. (QS. Al-Kahfi : 19) (Maka suruhlah salah seorang 
dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih 
baik agar ia membawa makanan itu untukmu) 
Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu 
menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata : 
Wanita tua : Kuluu wasyrobuu haniian bima aslaftum fil ayyamil kholiyah (QS. Al-
Haqqah : 24) (Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu 
kerjakan di hari-hari yang telah lalu) 
Abdullah : Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya 
sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya.
Ketiga anak muda ini secara serempak berkata : 
Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara 
mempergunakan ayat-ayat Al-Quran, hanya karena khawatir salah bicara. 
Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya 
saya pun berucap : 
Fadhluhu yu’tihi man yasyaa Wallaahu dzul fadhlil adhiim. (QS. Al-Hadid : 21) 
(Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah 
pemberi karunia yang besar)

0 komentar:

Posting Komentar